Tampilkan postingan dengan label TBSM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TBSM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Maret 2021

MODUL PDTO HAND TOOLS (PERALATAN TANGAN) Dan POWER TOOLS

Hand Tools dan Power Tools - Halo sobat SMK, pada tulisan kali ini admin blog duniasmk70 akan berbagi informasi tentang materi yang ada pada jurusan TBSM Mata pelajaran PDTO yaitu Hand tools dan power tools. Kawan-kawan harus mengetahui fungsi dari setiap peralatan bengkel yang dipakai seperti kunci ring, tang, obeng, kunci L, dll.

jenis-jenis hand tools

Berikut kami sajikan untuk kawan-kawan tentang materi hand tools dan power tools, semoga setelah membaca artikel ini kawan-kawan dapat menambah wawasan tentang materi dasar otomotif.

URAIAN MATERI

    Berdasarkan tenaga penggeraknya, secara umum sarana peralatan bengkel dibedakan menjdi dua, yaitu peralatan tangan ( hand tools ) dan peralatan bertenaga mesin ( power tools ). Di samping itu peralatan yang juga harus di miliki bengkel otomotif adalah perlengkapan kerja bengkel (workshop equipment) dan peralatan khusus (special service tools). Mengetahui cara penggunaan beserta fungsi dari peralatan tersebut dapat memudahkan kita dalam melakukan pekerjaan bengkel otomotif.

A.    Peralatan Tangan ( hand tools )

Hand Tools adalah alat untuk melakukan suatu pekerjaan hanya menggunakan tangan. Jenis jenis hand tools adalah sbagai berikut:

1.    Kunci Ring
Alat ini berfungsi untuk mengencangkan dan mengendorkn mur atau baut kepala segi enam.

2.    Kunci Pas
Alat ini berfungsi untuk mengencangkan dan mengendorkn mur atau baut kepala segi enam yang tidak telalu kuat.

3.    Kunci Kombinasi
Merupakan gabungan antara kunci ring dan kunci pas., fungsinya juga sama saja dengan kunci ring dan kunci pas.

4.    Obeng
Obeng di gunakan untuk melepas, memasang, mengencangan, maupun mengendurkan baut atau sekrup pada bidang tertentu.

a.    Obeng Biasa

b.    Obeng Offset
Merupakan obeng khusus, obeng ini di gunakan untuk membuk atau mengencangan baut/mur pada daerah yang sulit dijangkau dengan obeng biasa

c.    Obeng Ketok
Memiliki fungsi yang sama dengan obeng lainnya, namun diguakan untuk membuka atau mengencangkan baut dan mur yang memilikii kekncangan pengerasnya yang tinggi.

5.    Tang
Adalah alat yang di gunakan untuk mencengkram dan memegang benda kerja.

a.    Tang Potong
Alat ini cocok benda kerja seperti kawat dan kabel.

b.    Tang Jepit ( Clamp Pilers )
Berfugsi untuk menjepit benda yang berada di tempat yang sempit atau celah yang kecil.

c.    Tang Kombinasi
Merupakan tang yang memiliki fungsi ganda, yaitu memotong dan menjepit suatu benda.

d.    Tang Pengunci ( Locking Pilers )
Berfungsi untuk mencengkram benda kerja sehingga tidak licin.

e.    Tang Penglupas Kabel ( Crimping Pilers )
Berfungsi untuk memotong, mengupas, dan memasang sepatu kabel

f.    Tang circlip

-    Tang Circlip Internal
Berfungsi untuk melepas atau memasang circlip internal

-    Tang Circlip Eksternal
Berfungsi untuk melepas atau memasang circlip eksternal

6.    Kunci Inggris
Digunakan untuk mengencangkan dan mengendurkan mur atau baut yang ukurannya sudah tidak standard

7.    Kunci Soket
Digunakan untuk mengencangkan dan mengendurkan mur atau baut. Kunci soket mecengkram mur atau baut lebih kuat dari pada kunci yang lain. Isi satu box kunci soket sebagai berikut: 

a.    Mata Soket

-    Hexagonal ( Segi Enam ) 

-    Torx ( Segi Empat )

b.    Tangkai Soket ( Handle )
Tangkai soket T – sliding untuk mengencangkan dan mengendurkan mur dan baut yang tidak membutuhkan torsi pengencangan yang tinggi. Tangkai soket panjang di gunakan untuk pengencangan tinggi.

c.    Rachet
Digunakan untuk mempercepat pekerjaan mmemutar mur atau baut yang sebelumnya telah di kendorkan terlebih dahulu.

d.    Sambungan ( Extension Bar )
Berguna untuk menyambung mata sock agar dapat menjangkau mur atau baut dengan kekuatan tinggi.

e.    Universal joint
Berguna untuk memutar baut atau mur di tempat yang menyudut atau terhalang oleh benda lain.

8.    Palu
a.    Palu Konde
Berfungsi untuk memukul benda keras yang terbuat dari logam keras dengan perantara.

b.    Palu Tembaga
Digunakan untuk memukul benda keras yang terbuat dari logam keras tanpa mrusak komponen yang di pukul.

c.    Palu Karet
Digunkan untuk memukul benda kerja dari bahan lunak maupun keras tanpa merusak komponen yang di pukul.

9.    Kunci T
Digunakan untuk mengencangkan dan mengendurkan mur dan baut dengan cepat

10.    Kunci L

a.    Kunci L heksagon

b.    Kunci L Bintang ( Torx Bit Wrenc )

11.    Kunci Busi ( Spark Plug Wrench )
Digunakan untuk mngencangkan dan mengendurkan busi

12.    Kunci tutup klep ( cap hole wrench )
Digunakan untuk mengencangkan dan mengendurkan tutup stelan klep pada sepeda motor tipe tertentu

Uji Kemampuan 1.1

1.    Apa yang kamu ketahui tentang alat – alat tangan atau hand tools?

2.    Sebutkan alat – alat tangan yang kamu ketahui!

3.    Mengapa bengkel otomotif memerlukan alat – alat tangan?

4.    Jelaskan penggunaan alat – alat tangan yang sudah kamu ketahui!

B.    Power Tools

Power Tools adalah alat untuk melakukan suatu pekerjaan yang memanfaatkan sumber daya tambahan lain, seperti listrik, pneumatik dan tenaga yang lainnya. Jenis – jenis alat power tools adalah sebagai berikut:

1.    Mesin Bor
Adalah alat yang berfungsi untuk membuat lubang pada benda kerja. Secara umum mesin bor tediri dari dua macam, yaitu bor duduk dan bor tangan.

a.    Bor Duduk
Digunakan untuk pengeboran benda – benda kerja yang besar  dan berat.

b.    Bor Tangan
Adalah mesin bor yang pegoperasiannya dengan menggunakan tangan dan bentuknya mirip pistol.

2.    Mesin Gerinda
Adalah mesin yang dapat digunakan untuk mengasah atau memotong benda kerja dengan tujuan tertentu.

a.    Mesin Gerinda Duduk
Digunakan untuk mengsah pahat, mata bor dan peralatan lainnya.

b.    Mesin Gerinda Tangan
Digunakan untuk menggerinda atau memotong logam dan mengasah benda kerja seperti pisau dan pahat.

3.    Gergaji Mesin
Merupakan alat yang terbuat dari logam keras dan terdapat gerigi tajam di tepi untuk memotong benda yang lebih lunak.

4.    Solder Liastrik
Berguan untuk memanaskan logam dan melelehkan timah solder.

5.    Air Impact Screwdriver
Merupakan alat yang digerakkan oleh udara bertekanan tinggi yang dihasilkan oleh kompresor. Alat ini berfungsi untuk mengencangkan dan mengendurkan baut, mur, dan sekrup

Uji Kemampuan 1.2

1.    Sebutkan komponen – komponen yang termasuk ke dalam power tools!

2.    Berikan contoh penggunaan mesin gerinda!

3.    Apakah pengertian power tools?

4.    Apakah yang kamu ketahui tentang mesin bor?

5.    Apakah yang kamu ketahui tentang air impact screwdriver?

6.    Sebutkan contoh contoh hand tools dan power tools beserta fungsinya?

7.    Apa perbedaan hand tools dan power tools?

8.    Power tools yang digunakan untuk membuka sekrup pada komponen mesin adalah?

Demikian artikel tentang Peralatan Tangan (Hand Tools) dan Power Tools. Semoga bisa bermanfaat untuk para pembaca yang budiman. Terimakasih sudah membaca artikel kami di blog dunia SMK 70. Baca juga artikel lainnya tentang dunia SMK.

Selasa, 23 Februari 2021

PENGERTIAN, KLASIFIKASI, DAN KOMPONEN-KOMPONEN MOTOR BAKAR

Motor Bakar – Halo sobat otomotif pada artikel kali ini kami akan berbagi informasi tentang pengertian, klasifikasi dan komponen-komponen pada motor bakar.

klasifikasi motor bakar

Pengertian Motor Bakar

Bentuk dari mesin konversi energi yakni motor bakar. Motor bakar merupakan salah satu jcnis mcsin kalor yang banyak dipakai saat ini. Sedangkan mesin kalor adalah mesin yang menggunakan energi panas untuk melakukan kerja mekanis atau mengubah tenaga panas menjadi tenaga mekanis. Energi atau tenaga panas tersebut diperoleh dari hasil pembakaran.

Mesin kalor terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan dari cara memperoleh tenaga panas, yaitu mesin dengan pembakaran dalam dan mesin dengan pembakaran luar. Mesin pembakaran dalam adalah mesin yang melakukan proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin tersebut dan gas pembakaran yang terjadi berfungsi sebagai fluida kerja. Mesin pembakaran dalam umumnya disebut motor bakar. Jadi, motor bakar adalah mesin kalor yang menggunakan gas panas hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin untuk melakukan kerja mekanis. Mesin pembakaran luar adalah mesin di mana proses pembakaran bahan bakar terjadi di luar mesin dan energi panas dari gas pembakaran dipindahkan ke fluida mesin melalui beberapa dinding pemisah. Contoh mesin pembakaran luar yakni ketel uap.

Klasifikasi Motor Bakar

Ada beberapa jenis motor bakar yang perlu diketahui, yaitu sebagai berikut.

a. Motor Pembakaran Luar

Motor pembakaran luar merupakan suatu proses pembakaran bahan bakar yang terjadi di luar mesin itu sehingga untuk melaksanakan pembakaran digunakan mesin tersendiri. Panas dari hasil pembakaran bahan bakar tidak langsung diubah menjadi energi gerak, namun terlebih dahulu melalui media penghantar. Setelah itu, diubah menjadi tenaga mekanik seperti pada ketel uap dan turbin uap.

b. Motor Pembakaran Dalam

Motor pembakaran dalam merupakan suatu proses pembakaran bahan bakar terjadi di dalam mesin itu sendiri. Dalam moto, pembakaran dalam ini, panas dari hasil pembakaran langsung bisa diubah menjadi tenaga mekanik. Contohnya seperti pada turbin gas, motor bakar torak, dan mesin propulasi pancar gas.

Komponen-Komponen Motor Bakar

Ada beberapa komponen motor bakar yang perlu diketahui, yaitu Sebagai berikut.

a. Saringan Bahan Bakar dan Pompa 

komponen motor bakar

Saringan bahan bakar dan pompa digunakan untuk menyaring bensin. Alasan dilakukannya hal ini yakni bensin terkadang membawa kotoran dan air yang bisa menghambat saluran-saluran yang ada pada karburator.

b. Saringan bensin 

fungsi saringan bensin

Letak saringan bensin ini yakni diletakkan di antara tangki bensin dan pompa bensin. Fungsi saringan ini untuk menyaring kotoran dan air. Ada beberapa kendala yang sering terjadi pada saringan bahan bakar, yakni apabila saringan bensin tersumbat maka aliran bensin akan terhambat dan jumlah bensin yang masuk ke karburator akan berkurang. Hal itu dapat menyebabkan tenaga mesin turun, efeknya akan sangat terasa bila kendaraan sedang melaju dengan kecepatan tinggi atau pada beban berat. Dengan demikian, langkah yang sesuai untuk menjaga aliran bensin tetap konstan yakni dengan membersihkan saringan bahan bakar secara berkala. Ada saringan bensin yang elemennya dapat diganti pada jenis tertentu, yakni seperti pada saringan bensin model katrid.

c. Pompa bensin 

 
fungsi pompa bensin

Bahan bakar tidak dapat mengalir dengan sendirinya karena letak tangki bahan bakar yang lebih rendah dari karburator maka. Dengan demikian, dibutuhkan sebuah pompa bahan bakar. Tipe pompa ada dua yaitu mekanik dan elektrik.

d. Karburator 

fungsi karburator
 

Karburator berfungsi untuk memberikan campuran udara dan bensin yang sesuai untuk dapat diubah menjadi energi yang dapat menggerakan mekanisme mesin. Prinsip karburator yaitu menggunakan asas debit aliran fluida, di mana aliran udara akan bertambah cepat bila melalui saluran udara yang menyempit namun tekanannya menurun.

e. Tangki Bahan Bakar 

fungsi tangki bahan bakar

Tangki bahan bakar pada umumnya terbuat dari pelat baja tipis dan diletakkan di bagian bawah atau belakang kendaraan. Tangki bagian dalam dilapisi bahan pelapis antikarat. Selain itu, dilengkapi sparator untuk mencegah goncangan saat mobil berjalan di jalan kasar atau saat direm tiba-tiba. Bahan bakar diisap melalui fuel inlet tube yang ditempatkan 2 — 3 cm di bagian terendah tangki.

Uap di dalam tangki akan mengembun pada dinding-dinding tangki jika tangki bensin tidak diisi dengan penuh. Air lebih berat daripada bensin, maka air tersebut langsung turun ke bagian bawah tangki. Jika air yang timbul banyak, maka akan menyebabkan kesukaran pada mesin. Sedangkan jika pengembunan pada tangki sedikit, maka akan timbul karat. Usahakan bensin dalam tangki selalu terjaga volumenya dan jika perlu secara berkala bersihkanlah tangki dari korosi dan endapan.

Prinsip Kerja Motor Bakar

Bensin dibakar untuk memperoleh energi termal. Hal ini terjadi pada motor bensin. Kegunaan dari energi ini yakni untuk melakukan gerakan mekanik.

Perhatikan prinsip kerja motor bensin secara sederhana di bawah ini!

Campuran udara dan bensin dari karburator diisap masuk ke dalam silinder, kemudian dimampatkan oleh gerak naik torak. Kemudian, dibakar untuk memperoleh tenaga panas yang mana dengan terbakarnya gas-gas akan mempertinggi suhu dan tekanan. Jika torak bergerak turun naik di dalam silinder dan menerima tekanan tinggi akibat pembakaran, maka suatu kerja pada torak memungkinkan torak terdorong ke bawah. Jika batang torak dan poros engkol dilengkapi untuk mengubah gerakan turun naik menjadi gerakan putar, maka torak akan menggerakkan batang torak dan yang mana ini akan memutarkan poros engkol. Selain itu, diperlukan untuk membuang gas-gas sisa pembakaran dan penyediaan campuran udara bensin pada saat-saat yang tepat untuk menjaga agar torak dapat bergerak secara periodik dan melakukan kerja tetap.

Demikianlah artikel yang dapat kami sajikan mengenai pengertian, klasifikasi dan komponen-komponen pada motor bakar. Semoga artikel yang kami tulis ini bisa menambah wawasan teman-teman semuanya.

Senin, 22 Februari 2021

PENGERTIAN, PRINSIP KERJA DAN PERAWATAN SISTEM HIDROLIK DAN PNEUMATIK

Sistem Hidrolik dan Pneumatik - Halo sobat otomotif, pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi tentang dunia otomotif. Pada artikel ini yang akan kami bahas tentang sistem hidrolik dan pneumatik. 

prinsip kerja sistem hidrolik dan pneumatik

A. SISTEM HIDROLIK

Istilah hidrolik berasal dari bahasa Inggris yaitu hydraulic yang artinya cairan atau minyak. Hidrolik ini merupakan suatu sistem dalam engine yang memanfaatkan konsep tekanan, yaitu tekanan yang diberikan pada salah satu silinder yang kemudian akan diteruskan ke silinder yang lainnya sesuai dengan hukum Pascal.

I. Pengertian Sistem Hidrolik

Sistem hidrolik merupakan suatu sistem dalam kendaraan yang memanfaatkan tekanan fuida sebagai power atau sumber tenaga pada suatu mekanisme. Oleh karena itu, pada sistem hidrolik ini dibutuhkan suatu power unit untuk membuat fluida bertekanan. Setelah itu, fluida tersebut dialirkan berdasarkan kebutuhan atau mekanisme yang diinginkan.

Dalam aplikasinya, sistem hidrolik ini banyak digunakan untuk memindahkan beban yang berat. sebagai alat penekan. dan sebagai alat pengangkat. Pada saat ini penggunaan sistem hidrolik sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan kontrol yang menunjang pengendalian dan ketepatan (presisi) dalam penggunaannya.

2. Prinsip Kerja Sistem Hidrolik

Prinsip kerja sistem hidrolik ini sesuai dengan prinsip hukum Pascal. Adapun bunyi hukum Pascal ini yaitu benda cair yang ada di dalam ruangan tertutup apabila diberi tekanan, maka tekanan tersebut akan dilanjutkan ke segala arah dengan sama besar. Prinsip dalam rangkaian hidrolik adalah menggunakan fluida kerja berupa zat cair yang dipindahkan dengan pompa hidrolik untuk menjalankan suatu sistem tertentu. Adapun prinsip dari fluida ini yaitu mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik. Adapun energi mekanik ini didapatkan melalui tenaga manusia, elektrik motor ataupun engine. Pada dasarnya pompa hidrolis akan bekerja untuk menaikan tekanan cairan hidrolis. Tinggi rendahnya tekanan yang dihasilkan tergantung dari beberapa hal, antara lain kekuatan pompa, kekuatan rangkaian, kekuatan penggerak pompa dan beban yang ditanggung.

Secara sederhana prinsip dalam sistem hirolik ini dapat dirumuskan sebagai berikut.

P= F/A

Keterangan:

F = “Gaya (N)

A = Luas permukaan (m2)

P = Pascal (N/m2)

3. Kelebihan dan Kelemahan Sistem Hidrolik

Sistem hidrolik memiliki kelebihan dan kelemahan. Adapun kelebihan an kelemahannya dapat dijabarkan sebagai berikut.

a. Kelebihan

Berikut merupakan kelebihan menggunakan sistem hidrolik.

1) Dapat memindahkan tenaga yang besar dengan menggunakan komponen yang relatif lebih kecil.

2) Dapat melakukan pengaturan dan pengontrolan dengan mudah.

3) Mudah dipindahkan dalam arah kebalikan (reversible)

4) Dapat dilakukan perawatan secara mandiri atau sendiri.

5) Memiliki rancangan yang sederhana.

6) Sistem hidrolik sifatnya fleksibel.

b. Kelemahan Sistem Hidrolik

Berikut merupakan kelemahan sistem hidrolik.

1) Sistem hidrolik rawan kecelakaan hal ini mengingat adanya tekanan tinggi dari fluida.

2) Dalam sistem hidrolik, kebocoran yang sifatnya kecil dapat berakibat fatal, baik pada pemindah tenaga maupun penyebab kecelakaan.

3) Sistem hidrolik ini membutuhkan bagian dengan tingkat presisi yang tinggi.

4) Sistem hidrolik ini membutuhkan perawatan yang intensif.

4. Perawatan Sistem Hidrolik

Perawatan sistem hidrolik membutuhkan penggunaan fluida hidrolik yang baik, pemilihan tube dan pemilihan seal yang baik. Selain itu, dalam perawatannya, harus mengetahui bagaimana melakukan pengecekan untuk kebersihan yang layak. Berikut merupakan bentuk-bentuk perawatan sistem hidrolik ini.

a. Sebelum dilakukan perbaikan, hal pertama yang dilakukan yaitu harus mengetahui spesifikasi tipe fluida dan mengetahui warna dari fluida.

b. Lakukan perawatan dengan mengecek kelayakan seal, tube, dan selang yang digunakan. Adapun untuk sistem hidrolik (3000 psi) digunakan tube stainless steel, dan untuk sistem hidrolik tekanan rendah dapat digunakan tube dari aluminium alloy.

B. SISTEM PNEUMATIK

Istilah pneumatic berasal dari bahasa Yunani yang artinya udara atau angin. Sistem pneumatic merupakan sebuah teknologi yang memanfaatkan udara terkopresi untuk menghasilkan efek gerakan mekanis. Dalam penerapannya, sistem pneumatic banyak digunakan sebagai sistem automasi.

1. Pengertian Sistem Pneumatik

Sistem pnemumatik merupakan suatu sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang telah dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja. Mengingat sistem pneumatic menggunakan udara terkompresi, maka sistem pneumatc tidak dapat dipisahkan dengan sistem kompresor. Kompresor merupakan sebuah alat yang berfungsi sebagai penghasil udara bertekanan tertentu.

Sistem pneumatic ini menggunakan hukum aeromekanika yang menentukan keadaan keseimbangan gas dan uap dengan adanya gaya-gaya dari luar (aerostatika) dan teori aliran (aerodinamika).

2. Kelebihan dan Kelemahan Sistem Pneumatik

Seperti sistem hidrolik, sistem pneumatic juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Berikut merupakan kelebihan dan kelemahan sistem pneumatic.

a. Kelebihan

Berikut merupakan kelebihan sistem pneumatic.

1) Pneumatik mudah untuk disalurkan.

2) Memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

3) Bersih.

4) Pemindahan daya dan kecepatan mudah untuk diatur.

5) Sifatnya fleksibel.

b. Kelemahan

Berikut merupakan kelemahan sistem pneumatic.

1) Sistem pneumatic membutuhkan instalasi peralatan penghasil udara.

2) Dalam sistem pneumatic mudah terjadi kebocoran.

3) Menimbulkan suara bising.

4) Pneumatik mudah mengembun.

3. Komponen Sistem Pneumatik

Berikut merupakan komponen sistem pneumatic.

a. Kompresor

Kompresor dalam sistem pneumatic berfungsi untuk mengisap udara di atmosfer dan menyimpannya ke dalam tangki penampung atau receiver Dalam kompresor ini, kondisi udara dipengaruhi oleh suhu dan tekanan

b. Oil and Water Trap

Oil and water trap berfungsi sebagai pemisah antara oli dan air dari udara yang masuk ke dalam kompresor. Adapun jumlah air ini persentasenya kecil dalam udara yang masuk ke dalam sistem pneumatic, namun dapat menjadi penyebab serius yang dapat menyebabkan tidak berfungsinya sistem pneumatic

c. Dehydrator

Dehydrator merupakan komponen sistem pneumatic yang berfungsi sebagai pemisah kimia untuk memisahkan sisa uap Iembap yang tertinggal pada saat udara melewati unit oil and water trap.

d. The Air Filter

Setelah udara yang dikompresi melewati unit Oil and Water Trap dan unit dehydrator, akhirnya udara yang dikompresi akan melewati filter untuk memisahkan udara dari kemungkinan adanya debu dan kotoran yang terdapat dalam udara.

e. Pressure Regulator

Pressure regulator merupakan sistem tekanan udara siap masuk pada tekanan tinggi sehingga menambah tekanan pada bilik dan mendesak beban pada piston.

f. Restrictor

Restrictor merupakan suatu tipe dari pengontrol klep yang digunakan dalam sistem pneumatic. Restrictor ini biasanya terdapat dua macam tipe, yaitu tipe orifice dan variable restrictor.

4. Perawatan Sistem Pneumatik

Bentuk perawatan sistem pneumatic ini terdiri dari mencari permasalahan yang muncul, memperbaiki, pembersihan, pemasangan komponen, dengan langkah akhir melakukan uji coba pengoperasian.

Adapun bentuk-bentuk pemeliharaan dan perawatan sistem pneumatic ini sebagai berikut.

a. Menjaga ruang udara dalam sistem selalu terjaga kebersihannya.

b. Membersihkan saringan dalam komponen dari partikel-partikel metal yang dapat menyebabkan keausan dalam komponen.

c. Apabila akan memasang komponen pneumatic harus dijaga kebersihannya dan dilindungi dengan menggunakan pita penutup debu.

d. Memastikan ketika memasang kembali komponen tidak ada partikel metal yang masuk ke dalam sistem.

e. Mencegah masuknya air ke dalam komponen. Hal ini untuk mencegah adanya sistem yang tidak dapat memberikan tekanan sehingga dapat menimbukan gangguan.

f. Usahakan jangan melakukan operasi dalam temperatur yang rendah hal ini dapat membuat tidak berfungsinya sistem.

Setiap bentuk proses perawatan sistem pneumatic harus memperhatikan masuknya air ke dalam suatu sistem. Hal ini karena dapat menimbulkan gangguan pada sistem pneumatic.

Demikian artikel yang dapat kami bagikan tentang sistem hidrolik dan pneumatik. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih sudah membaca artikel dari kami ini.

Sabtu, 20 Februari 2021

DASAR, PROSES, PERALATAN DAN ALAT BANTU DALAM PEMBENTUKAN LOGAM

Dasar Pembentukan Logam - Halo sobat otomotif, pada artikel kali ini kami ingin berbagi informasi tentang materi di salah satu mata pelajaran taknik otomotif di SMK yaitu Teknologi Dasar Otomotif. Pada pembehasan kali ini kami akan berbagi informasi seputar dasar pembentukan logam. Semoga bisa bermanfaat untuk para pembacanya.

prinsip dasar pembentukan logam

A. DASAR PEMBENTUKAN LOGAM

1. Pembentukan Logam

Pembentukan logam masuk dalam sebuah kelompok besar dari prosesproses manufaktur. Pembentukan logam menggunakan deformasi plastis untuk mengubah bentuk benda kerja. Tahukah Anda yang dimaksud die? Die adalah deformasi atau perubahan bentuk dihasilkan dari penggunaan tool. Die tersebut memberikan tegangan yang melebihi kekuatan yicid logam (plastis). Logam selanjutnya berubah bentuk menjadi bentuk yang sesuai dengan geometri die.

Tegangan yang diberikan pada pembentukan logam untuk mengubah bentuk logam secara plastis yang bersifat compressive. Ada beberapa proses pembentukan yang menarik logam (drawing), yaitu ketika menekuk logam dan menerapkan tegangan geser pada logam. Benda kerja harus memiliki sifat yang tepat agar dapat dibentuk dengan baik. Sifat yang harus dimiliki yakni bentuk yang tinggi dan kekuatan yield yang rendah. Kedua sifat tersebut dipengaruhi oleh temperatur. Ketika temperatur logam meningkat, sifat mampu bentuk logam meningkat dan kekuatan yield logam berkurang. Ada faktor lain yang memengaruhi pembentukan logam, yakni adanya kecepatan regangan dan gesekan yang terjadi.

2. Klasifikasi Pembentukan Logam

Ada beberapa klasifikasi proses pembentukan logam, yaitu sebagai berikut.

a. Proses Bulk Defrmation

Karakteristik proses bulk deformation secara umum adalah mengubah bentuk benda kerja secara signifikan dan besar-besaran. Karakteristik lainnya yaitu perbandingan luas permukaan bidang benda kerja dengan volumenya relatif kecil (mengapa diberi istilah bulk). Bulk berlawanan dengan sheet, di mana sheet memiliki luas permukaan bidang yang jauh lebih besar dari volumenya.

Proses bulk deformation dibagi menjadi beberapa proses antara lain:

1) Rolling,

2) Forging,

3) Extrusion,

4) Drawing.

b. Proses Sheet Metalworking

Proses sheet metalworking merupakan proses pembentukan dan pemotongan pada logam lembaran (sheet), logam strip, dan coil. Bahan baku pada proses ini memiliki perbandingan luas permukaan bidang dengan volume yang tinggi. Perlakuan yang diterapkan pada lembaran logam biasanya berupa tekanan. Oleh karena itu proses ini dapat pula disebut dengan istilah pressworking.

Pengerjaan pada logam lembaran selalu menggunakan temperatur cold working. Alat yang digunakan biasanya berupa punch dan die. Punch merupakan bagian yang positif, sedangkan die merupakan bagian yang negatif.

Proses-proses sheet metalworking antara lain sebagai berikut.

1) Bending,

2) Drawing (deep drawing),

3) Spinning,

4) Shearing.

B. PROSES PEMBENTUKAN LOGAM

Tujuan utama adanya proses manufacturing yakni untuk membuat komponen dengan mempergunakan material tertentu yang memenuhi persyaratan bentuk dan ukuran. Selain itu, adanya struktur yang mampu melayani kondisi lingkungan tertentu. Berikut metode atau membuat geometri (bentuk dan ukuran) dari suatu bahan yang perlu diketahui.

1. Proses Pengecoran (Casting)

Proses pengecoran ini merupakan suatu teknik pembuatan produk di mana logam dicairkan dalam tungku peleburan. Setelah itu, kemudian dituangkan ke dalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat.

2. Proses Pemesinan (Machining)

Proses pemotongan logam disebut sebagai proses pemesinan. Proses pemesiman ini adalah suatu proses pembuatan dengan cara membuang material yang tidak diinginkan pada benda kerja. Oleh karena itu. akan diperoleh produk akhir dengan bentuk, ukuran, dan surface finish yang diinginkan.

3. Proses Pembentukan Logam (Meral Forming)

Pengertian proses metal forming adalah melakukan perubahan bentuk pada benda kerja dengan cara memberikan gaya luar sehingga terjadi deformasi plastis.

4. Proses Pengelasan (Welding)

Proses pengelasan adalah suatu proses penyambungan dua bagian logam dengan jalan pencairan sebagian dari daerah yang akan disambung.

Adanya pencairan dan pembekuan di daerah tersebut akan menyebabkan terjadinya ikatan sambungan.

5. Proses Perlakuan Panas (Heat Treatment)

Pengertian heat treatment adalah suatu proses untuk meningkatkan kekuatan material dengan cara perlakuan panas.

6. Surface Treatment

Pengertian proses surface treatment adalah suatu proses perlakuan yang diterapkan untuk mengubah sifat karakteristik logam pada bagian permukaan logam dengan cara proses thermokimia, metal spraying.

Pengaruh temperatur terhadap proses-proses pembentukan adalah hal mengubah sifat-sifat dan prilaku material. Kenaikan temperatur akan mengakibatkan turunnya kekuatan material. Oleh sebab itu, naiknya keuletan dan turunnya laju pengerasan regangan yang mana perubahannya tersebut mengakibatkan kemudahan material untuk deformasi.

Ada dua proses pembentukan logam berdasarkan temperatur material pada saat deformasi ini, yaitu sebagai berikut.

1. Pengerjaan Panas (Hot working)

Pengertian pengerjaan panas adalah suatu proses pembentukan logam yang proses deformasinya dilakukan di bawah kondisi temperatur dan laju regangan, di mana proses rekritalisasi dan deformasi yang terjadi secara bersamaan.

Proses pengerjaan panas dapat didefinisikan sebagai proses pembentukan yang dilakukan pada daerah temperatur rekristalisasi logam yang diproses. Dalam proses deformasi pada temperatur tinggi terjadi peristiwa pelunakan yang terus-menerus, khususnya akibat terjadinya rekristalisasi. Sehingga mengakibatkan logam bersifat lunak pada temperatur tinggi. Oleh sebab itu, hal ini akan membawa keuntungankeuntungan pada proses pengerjaan panas yakni dcformasi yang diberikan kepada benda kerja dapat relatif besar. Penyebab hal tersebut dapat terjadi yakni adanya sifat lunak dan sifat ulet sehingga gaya pembentukan yang dibutuhkan relatif kecil, serta benda kerja mampu menerima perubahan bentuk yang besar tanpa retak.

2. Pengerjaan Dingin (Cold Working)

Pengertian proses pengerjaan dingin adalah sebagai proses pambantukan yang dilakukan pada daerah temperatur di bawah temperatur rekristalisasi. Pada umumnya pangerjaan dingin dilakukan pada temperatur kamar, atau tanpa pemanasan benda kerja.

Daerah temperatur di bawah temperatur rekristalisasi disebut sebagai daerah temperatur rendah. Dalam kondisi ini pada logam yang diderformasi terjadi peristiwa pengrasan regangan. Dengan demikian, logam akan bersifat makin keras dan makin kuat. Namun logam akan semakin getas jika mengalami deformasi sehingga dapat menyebabkan relatif kecil deformasi yang dapat diberikan pada proses pengerjaan dingin. Benda kerja tersebut akan retak akibat adanya sifat getasnya. Hal tersebut dapat terjadi jika dipaksakan adanya suatu perubahan bentuk yang besar.

Batasan kedua kelompok tersebut pada awalnya hanya didasarkan atas ada atau tidaknya proses pemanasan benda kerja. Namun hal ini tidak sepenuhnya benar, jika ditinjau dari segi metalurgis. Batasan yang berlaku lebih umum didasarkan pada temperatur rekristalisasi logam yang diproses yang berkaitan dengan ada atau tidaknya proses pelunakan selama proses berlangsung.

C. PERALATAN UTAMA DAN ALAT BANTU DALAM PEMBUATAN LOGAM

Proses-proses pembuatan logam di atas tentunya memerlukan peralatanperalatan sehingga logam dapat terbentuk secara sempurna. Adapun beberapa macam peralatan yang digunakan untuk pembuatan logam ini sebagai berikut.

1. Palu

Palu digunakan dalam proses pembentukan logam secara manual. Palu terdiri dari berbagai macam dan bentuk kepa palu. Berdasarkan jenisnya, palu terdiri dari antara lain sebagai berikut:

a. palu baja,

b. karet,

c. plastik,

d. kayu

e. mallet

f. timbel atau timah hitam.

Adapun bentuk kepala palu yang digunakan dalam proses pembuatan logam tergantung dari bentuk yang diinginkan. Bentuk kepala pada palu dibedakan berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Bahan-bahan yang lunak pada umumnya menggunakan jenis kepala palu yang lunak. Misalnya untuk pembentukan pelat aluminium menggunakan palu plastik atau palu kayu.

Apabila dilihat dari bentuknya, kepala palu ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis palu, di antaranya yaitu palu kepala bulat, palu kepala pipih, palu kepala segi empat, palu kepala setengah bola, palu kepala tirus, dan palu kepal bulat besar.

Apabila dibedakan dari jenis palu yang digunakan pada proses pembentukan pelat secara manual ini seperti: palu jenis bahan baja, palu jenis bahan plastik, palu jenis bahan kayu, palu jenis bahan campuran plastik dan sebagainya. Palu besi kepala membentuk segi empat ini digunakan untuk membentuk bidang penyambungan persegi, agar penyambungan menjadi lebih rapat. Palu kepala bulat digunakan untuk melakukan pemukulan regang pada tepi pelat yang berbentuk silinder.

Palu besi kepala segi empat rata dan tirus digunakan untuk meratakan permukaan pelat yang mengalami proses penyambungan, kepala tirus digunakan untuk membentuk sambungan sudut alas. Palu kepala bola digunakan untuk membentuk bagian-bagian sisi pelat yang melengkung atau berbentuk silinder.

2. Landasan

Landasan merupakan media yang berfungsi untuk proses pembentukan pelat secara manual. Landasan yang digunakan untuk membentuk pelat dibedakan menjadi dua macam, yaitu landasan tetap dan landasan tidak tetap. Landasan tetap pada umumnya memiliki bentuk yang lebih besar dan memiliki berat yang lebih besar apabila dibandingkan dengan landasan titak tetap. Landasan tetap ini biasanya mempunyai bentuk yang lebih besar dan memiliki berat yang lebih dibandingkan dengan landasan tidak tetap. Landasan pada umumnya berfungsi untuk pembentukan awal mangkuk setengah bola dari bahan-bahan yang relatif lebih lunak seperti aluminium. Proses pembentukannya dapat dilakukan dengan memulai pemukulan dari diameter yang paling besar dan dangkal selanjutnya berurutan sampai pada diameter mendekati bentuk yang diinginkan dengan kedalaman tertentu.

Demikian artikel tentang dasar, proses, peralatan dan alat bantu dalam pembentukan logam. Semoga bisa memberikan manfaat untuk para pembacanya. Terimakasih sudah menyempatkan waktu membaca artikel dari kami ini.